Pendekar selalu berteriak mengusir anak-anak yang bermain di taman miliknya, sehingga saat musim semi taman pendekar tetap terlihat seperti musim dingin. Ia merasa sangat sedih. Akhirnya, peri kecil yang berubah menjadi anak laki-laki mengajarkan sang pendekar tentang kebahagiaan berbagi, dan sejak itu setiap kali pulang sekolah, anak-anak selalu datang bermain bersama pendekar.